Senin, 27 Desember 2010

awal mula gue kenal internet...

Yo !

Kurang lebih 4 tahun yang lalu gue baru kenal sama yang namanya internet, dari sekolah,tentu saja. cuma ada beberapa hal yang kebayang dikepala gue pas denger kata internet waktu itu, salah duanya adalah email, dan situs porno.

Yak, porno.
satu hal yang tabu, tapi sejalan dengan berkembangnya teknologi dan pengetahuan, porno menjadi hal yang mudah diakses oleh masyarakat umum dan layak untuk diperbincangkan , dan semuanya akan dikupas secara tuntas setajam... silet. *feni rose to the max*

Fenomena anak dibawah umur yang dengan mudahnya mengakses situs porno memang sedang trend pada waktu itu, semudah Rp.3000/jam.

Dari situ saya berpikir , apa untungnya buat pemilik website/situs tersebut memasang ratusan gambar dan video porno di website mereka ? , bukannya kalau kita mengakses situs tersebut kita hanya membayar ke internet provider ? atau warnet untuk versi yang lebih merakyatnya ?

Saya juga sempat berpikir (atau lebih tepatnya 'menuduh' )kalo itu memang hobinya pemilik situs tersebut , tapi apa mungkin kerjanya sehari-hari cuma posting gambar - gambar porno koleksi mereka ke website ? lalu, darimana mereka dapat penghasilan ?

Iklan digital.

Ternyata itu jawabannya , tulisan-tulisan dipinggir website yang terkadang bersifat persuasif (dan terkadang memaksa) untuk diklik, dan saya lupa entah dari mana saya dapet jawaban itu.

Mereka berlomba - lomba memperkaya content sebanyak mungkin agar banyak pemakai internet yang membuka halaman website mereka, dengan harapan mereka mengklik salah satu iklan yang sudah terpasang di website tersebut, dan apabila pengunjung mengklik salah satu iklan, maka pemilik website akan mendapatkan duit,dan pemilik iklan dapat mempublikasikan produknya sehingga lebih dikenal oleh pengguna internet.

Si pemilik website inilah yang disebut publisher, dan pemilik iklan / produknya disebut advertiser. kita bisa menyimpulkan kalau antara publisher dan advertiser itu mempunyai hubungan yang saling menguntungkan.

Dan sekarang , saat ini , pengguna internet telah bertambah ribuan kali lipat dari 4 tahun yang lalu , dan tentunya kesempatan untuk berbisnis lewat internet lebih terbuka lebar.

hmmm.. kalo dipikir - pikir, nyari keuntungan lewat internet menyenangkan juga , apalagi buat yang hobi nulis , dimana nggak hanya hobi nulisnya yang tersalurkan , tapi mereka juga bisa mendapat penghasilan dari tulisan/blog mereka. Kemarin - kemarin saya sempet baca sebuah artikel yang isinya menggambarkan kalo rata-rata blogger di indonesia masih kesulitan mencari platform iklan digital yang bisa memuat iklan yang sesuai dengan artikel yang mereka posting , saya sendiri juga masih sering menemukan artikel tentang ibu dan balita tapi iklannya malah menawarkan viagra dan minyak firdaus -_-" ,
dan disinilah muncul SITTI , platform iklan kontekstual berbahasa indonesia yang bisa membantu masalah tersebut , mesin SITTI dapat memunculkan iklan dari advertiser yang sesuai dengan topik artikel yang diposting si publisher.

SITTI sendiri adalah sebuah perusahaan startup kecil di Indonesia. Secara singkat, SITTI bukanlah sebuah perusahaan mesin pencari internet seperti Google. SITTI meluncurkan versi BETA nya, disebut sebagai SITTI 359, sebuah platform iklan kontekstual yang dibuat khusus dalam dan untuk Bahasa Indonesia. SITTI359 identik dengan Google Adsense™ di hampir semua aspek, kecuali SITTI359 hanya berfungsi pada satu bahasa.

Yah , kalo sekarang anda berpikir kalo saya merupakan blogger ato pemilik website yang menggunakan SITTI dan sekarang udah kaya raya dan mempunyai 3 istri, anda salah.

Yang pertama karena saya memang nggak suka poligami, kedua karena sekarang saya bekerja untuk SITTI.
Ya, saya yang 4 tahun yang lalu hanyalah seorang pemuja gorengan dan bahkan hanya bisa menerjemahkan kalo internet itu adalah porno sekarang bekerja jadi staff IT di SITTI , tugas saya mencari atau menganalisa suatu artikel agar artikel tersebut mendapatkan iklan yang berhubungan dengan topiknya/kontekstual, menggunakan tools yang saya buat tentunya. Dan selama ini saya juga merasa nyaman dengan suasana kerja di SITTI , karena walaupun saya nggak punya basic programming sama sekali , tp staff - staff yang lain nggak pernah pelit buat berbagi ilmu dan pengalaman mereka di dunia persilatan ini.

Saya bangga bisa bergabung di SITTI dan akan berusaha memberikan seluruh kemampuan saya semaksimal mungkin untuk SITTI , one of the coolest startup in Indonesia !



Terima Kasih.

Yan Edi Pratikta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar